Depok — Program sosial Semesta Project yang digagas oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Kecamatan Sukmajaya kembali bergerak. Pada Sabtu, 26 Juli 2025, tim pelaksana kembali menyalurkan bantuan kepada dua warga di Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, yang tengah menghadapi kesulitan hidup dalam aspek ekonomi, kesehatan, dan kondisi keluarga yang terpuruk.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Semesta Project dalam memberikan perhatian nyata kepada masyarakat yang selama ini kerap luput dari perhatian, sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian sosial di kalangan pelajar NU.
Penerima pertama adalah Ibu Wani, warga RT 03 RW 29, yang menghidupi keluarganya dengan berjualan lauk matang. Penghasilan dari usahanya digunakan untuk kebutuhan keluarga sehari-hari, termasuk untuk cucunya. Sejak suaminya wafat, Ibu Wani tinggal bersama tiga dari tujuh anaknya.
Salah satu beban berat yang ia hadapi adalah kondisi salah satu anaknya yang memiliki kebiasaan mengonsumsi alkohol yang mengakibatkan mempunyai penyakit lambung. Anak tersebut pernah meminta uang pinjaman kepada sang ibu dan beberapa kali mengamuk hingga merusak rumah, termasuk memecahkan kaca. Dalam upaya menjaga keselamatan keluarganya, Ibu Wani sempat melaporkan anaknya ke pihak kepolisian sebagai bentuk peringatan agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.
Di sisi lain, salah satu anak Ibu Wani juga menderita sakit lambung, menambah beban pikiran dan tanggung jawabnya sebagai ibu yang harus kuat menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Penerima bantuan kedua adalah Ibu Sumiyati, warga RT 04 RW 29. Bersama suami dan dua anaknya, ia tinggal di rumah yang sangat sederhana, dengan atap yang sudah rusak di beberapa bagian. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Ibu Sumiyati berjualan es dan menjadi buruh cuci. Dalam sehari, hasil dari jualan es hanya berkisar dua puluh ribu rupiah. Sementara itu, suaminya bekerja sebagai ojek pengkolan dengan motor pinjaman, yang cicilan bulanannya mencapai tiga hingga empat ratus ribu rupiah.
Selain mencukupi kebutuhan rumah tangga, Ibu Sumiyati juga harus merawat ibunya yang sudah lanjut usia dan memiliki riwayat penyakit darah tinggi serta kolesterol. Kondisi ini menambah tanggung jawab fisik dan emosional dalam kesehariannya.
Masalah lain yang sedang dihadapi adalah terkait pendidikan anak. Salah satu anaknya yang telah lulus sekolah belum dapat mengambil ijazah karena masih memiliki tanggungan administrasi yang belum diselesaikan akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

Pimpinan Produser Semesta Project, Habil, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial yang bertujuan untuk menyentuh langsung masyarakat yang paling membutuhkan. “Kita ingin hadir, bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa harapan dan kepedulian,” ujarnya.
Program Semesta Project kembali menunjukkan bahwa pelajar NU di Sukmajaya tidak hanya mampu bergerak di ruang intelektual, tetapi juga hadir nyata di tengah masyarakat dengan semangat empati dan solidaritas yang tinggi.
Kontributor: Aditya Ishlahuddin



