PC IPPNU Kota Depok Ajak Pelajar Lestarikan Budaya Lokal melalui Seminar Pendidikan dan Kebudayaan

Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Depok sukses menyelenggarakan Seminar Pendidikan dan Kebudayaan bertema “Peran Pendidikan dalam Melestarikan Kebudayaan di Era Modern” pada Jumat (29/6/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh rekan rekanita dari seluruh PAC dan PK IPNU-IPPNU se-Kota Depok.

Seminar ini merupakan hasil kolaborasi antara Departemen Pendidikan dan Departemen Kebudayaan dalam kepengurusan PC IPPNU Kota Depok. Acara dimoderatori oleh Della Runi Syaisyabella dengan menghadirkan pemateri Abdul Hakim, seorang tenaga pengajar SMP Lazuadi Al-Falah.

Kegiatan ini bertujuan untuk membuka ruang diskusi mengenai peran pendidikan dan kebudayaan di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi modern yang dinilai mulai menggeser budaya lokal, khususnya di kalangan pelajar.

Ketua PC IPPNU Kota Depok, Selvi Febriyanti, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar seminar tersebut dapat menjadi wadah untuk menambah wawasan serta berbagi gagasan mengenai pentingnya menjaga kebudayaan melalui pendidikan.

“Seminar ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk menambah wawasan, berbagi gagasan, serta mencari solusi bersama mengenai bagaimana pendidikan dapat terus berperan aktif dalam menjaga kebudayaan di era modern saat ini. Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Semoga seminar ini dapat memberikan manfaat dan inspirasi bagi kita semua,” ujarnya.

Sementara itu, Rekanita Alda menuturkan bahwa seminar tersebut menjadi ruang untuk mengenalkan kembali nilai-nilai budaya kepada generasi muda di era digital yang serba cepat.

“Di era digital yang serba cepat, budaya kita sering kali terpinggirkan. Padahal, budaya adalah identitas bangsa yang harus kita jaga. Pendidikan punya peran besar untuk itu. Melalui pendidikan di sekolah, keluarga, dan ruang seperti seminar ini, kita bisa mengenalkan dan menghidupkan kembali nilai budaya kepada generasi muda,” tuturnya.

READ  IPPNU Depok Siap Mengambil Peran Aktif dalam Membangun Masa Depan yang Gemilang Menuju Golden Age Indonesia 2045

Dalam pemaparannya, Abdul Hakim menjelaskan bahwa pendidikan dan budaya memiliki keterkaitan yang sangat erat. Menurutnya, pendidikan menjadi sarana utama dalam mewariskan budaya kepada generasi berikutnya.

“Pendidikan adalah sarana utama dalam mewariskan budaya. Tanpa pendidikan, budaya akan terhenti. Sebaliknya, budaya memberikan ruh dan identitas sehingga pendidikan memiliki arah dan makna yang esensial,” jelasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya mempertahankan budaya lokal di tengah perkembangan modernisasi dan media sosial yang semakin pesat.

“Kita masih mempertahankan budaya lokal dan menjadikan pendidikan sebagai sarana transformasi agar budaya tetap utuh di era modern saat ini,” katanya.

Selain itu, Abdul Hakim menyampaikan bahwa terdapat tiga kunci utama dalam membangun peradaban, yaitu pendidikan, budaya, dan pelajar sebagai generasi penerus bangsa.

“Pendidikan adalah kunci pembuka, budaya adalah jati diri yang menjaga dan terjaga, serta pelajar adalah penjaga masa depan. Jika bukan kita yang menjaga budaya ini, lalu siapa lagi? Jika bukan sekarang, kapan lagi?” lanjutnya.

Seminar ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif antara pemateri dan peserta. Melalui kegiatan ini, PC IPPNU Kota Depok berharap para pelajar dapat semakin sadar akan pentingnya menjaga budaya lokal melalui pendidikan di tengah tantangan era modern.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *