Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Sukmajaya menggelar kegiatan “Ngaji Momentum” dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Rekanita Anisa Fitria, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, pada Jumat (22/5/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PRNU Tirtajaya, Ustadz Mustain, bersama Katib Syuriah PRNU Tirtajaya, Ustadz Fanani. Kegiatan ini menjadi ruang penguatan spiritualitas kader sekaligus momentum refleksi menjelang datangnya Hari Raya Iduladha. Kehadiran para tokoh NU tersebut menambah semangat para kader dalam mengikuti kajian keagamaan yang diselenggarakan PAC IPNU-IPPNU Sukmajaya.
Kajian inti disampaikan oleh Ustadz Ahmad Fachruddin selaku Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Sukmajaya. Dalam tausiyahnya, ia menekankan bahwa esensi kurban tidak hanya terletak pada penyembelihan hewan, tetapi juga pada peningkatan kualitas ketakwaan setelah ibadah kurban dilaksanakan.
“Yang terpenting dari kurban adalah bagaimana ketakwaan kita setelah kurban itu dilaksanakan. Jangan tinggalkan salat dan jangan tinggalkan puasa,” ujar Ustadz Ahmad Fachruddin di hadapan para kader.
Selain itu, ia juga menjelaskan sejumlah keutamaan puasa pada tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah sebagaimana diterangkan dalam kitab Durratun Nasihin. Menurutnya, amalan-amalan tersebut menjadi salah satu sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperkuat nilai spiritual menjelang Iduladha.
Ketua PAC IPPNU Sukmajaya, Siti Rahma Nurazizah, menyampaikan bahwa kegiatan “Ngaji Momentum” tidak hanya bertujuan mempererat hubungan antar kader, tetapi juga menjadi upaya meningkatkan kesadaran spiritual dalam menjalankan roda organisasi.
“Harapannya, diadakannya Ngaji Momentum ini selain meningkatkan spirit dalam berorganisasi, juga menjadi sarana peningkatan spiritualitas kader PAC IPNU-IPPNU Sukmajaya,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, PAC IPNU-IPPNU Sukmajaya berharap kader pelajar Nahdliyin tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga memiliki fondasi keagamaan yang kuat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menyambut momentum Iduladha 1447 H.



