Debat kandidat calon Ketua PC IPNU-IPPNU Kota Depok menjadi salah satu rangkaian agenda Konferensi Cabang X-IX PC IPNU-IPPNU Kota Depok. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor PCNU Kota Depok, Sabtu (12/9/2026).

Debat kandidat mempertemukan para calon Ketua PC IPNU maupun IPPNU Kota Depok untuk menyampaikan visi, misi, serta gagasan mengenai arah organisasi ke depan. Forum ini juga menjadi ruang bagi kader untuk melihat kesiapan dan sudut pandang masing-masing kandidat dalam memimpin organisasi.

Ketua PC IPNU Kota Depok, Sahal Rajabi, mengatakan debat kandidat merupakan bagian penting dalam proses persiapan kepemimpinan pada periode selanjutnya.

“Acara debat kandidat ketua hari ini merupakan bagian dari agenda Konfercab PC IPNU-IPPNU Depok. Ini merupakan bentuk nyata bahwa IPNU-IPPNU Depok sedang mempersiapkan calon ketua yang benar-benar kompeten dan berkomitmen,” ujar Sahal.

Menurutnya, debat tidak hanya menjadi ruang penyampaian visi dan misi, tetapi juga momentum untuk menguji gagasan, kesiapan, dan komitmen para kandidat dalam membawa IPNU-IPPNU Kota Depok ke depan.

Salah seorang kandidat Ketua PC IPNU Kota Depok nomor urut 2, Daffa Nabil Al-Aziz mengungkapkan bahwa organisasi bukan sekadar tentang banyaknya program, melainkan tentang kader yang saling mendukung, serta kepemimpinan yang mengutamakan sikap mendengar sebelum bertindak.

“Saya belajar bahwa organisasi bukan soal program yang banyak, tapi soal kader yang tidak merasa sendirian di jalannya; dan menjadi ketua pun bukan soal siapa yang paling ingin memimpin, melainkan siapa yang paling siap mendengar sebelum bertindak,” ungkap Daffa.

Sementara itu, kandidat Ketua PC IPPNU Kota Depok nomor urut 2, Nihanty Arnah, menilai forum debat memberikan ruang yang berarti bagi para kandidat untuk memahami perbedaan gagasan dan sudut pandang.

READ  IPNU-IPPNU Cipayung Gelar Kegiatan CYBER, Berbagi Takjil untuk Masyarakat

“Debat kali ini menjadi ruang yang sangat berarti bagi saya untuk saling mengenal perbedaan gagasan, melihat sudut pandang dari setiap kandidat, dan mempelajari segalanya,” kata Nihanty.

Ia menilai perbedaan pendapat dalam forum debat seharusnya tidak dipandang sebagai upaya untuk saling menjatuhkan. Sebaliknya, perbedaan tersebut dapat menjadi bagian dari proses untuk menemukan arah terbaik bagi organisasi pada masa kepengurusan berikutnya.

Pandangan serupa disampaikan kandidat Ketua PC IPPNU Kota Depok nomor urut 1, Nabila Sifa. Menurutnya, debat memang menjadi ruang untuk menyampaikan gagasan dan menunjukkan kemampuan, tetapi proses tersebut tetap harus berada dalam semangat persaudaraan organisasi.

Ia menekankan pentingnya menjaga sportivitas dan persaudaraan antarkandidat, terlepas dari hasil yang akan diperoleh dalam proses Konfercab.

“Bukan tentang siapa yang paling unggul, tapi tentang bagaimana kita sama-sama bisa memberikan yang terbaik untuk IPPNU Kota Depok,” katanya.

Menurut Nabila, proses regenerasi kepemimpinan tidak semata-mata ditentukan oleh siapa yang nantinya terpilih sebagai ketua. Lebih dari itu, proses tersebut menjadi bagian dari perjalanan kader untuk terus belajar, berkembang, dan berkontribusi bagi organisasi.

Debat kandidat tersebut menunjukkan bahwa proses regenerasi kepemimpinan IPNU-IPPNU Kota Depok tidak hanya berkaitan dengan kontestasi pemilihan ketua, tetapi juga menjadi ruang pertukaran gagasan dan pembelajaran bagi kader.

Melalui forum tersebut, para kandidat diharapkan mampu menunjukkan gagasan serta kesiapan mereka, sekaligus menjaga nilai persaudaraan dan sportivitas dalam proses menuju kepemimpinan organisasi berikutnya.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *