Lawan Toxic Digital, PAC IPNU-IPPNU Cilodong Gelar Kajian Virtual di Roblox Masjid Istiqlal Nusantara

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Cilodong melakukan sebuah terobosan fundamental dalam metode dakwah digital bagi kalangan pelajar. Bertempat di ruang virtual Maps Masjid Istiqlal Nusantara pada platform Roblox, organisasi pelajar Nahdlatul Ulama ini menyelenggarakan kajian mendalam bertema “Spiritual di Era Digital: Menjaga Nilai di Tengah Dunia Online”, pada Minggu, 1 Maret 2026.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan kader yang berinteraksi melalui avatar mereka di lingkungan masjid virtual yang megah sebagai bentuk adaptasi dakwah di masa depan.

 

Kajian ini menghadirkan Daffa Nabil Al-Aziz sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, beliau menyoroti urgensi menjaga “kompas moral” saat manusia kini hidup secara simultan di dua dunia: dunia nyata dengan interaksi fisik dan dunia digital yang penuh pengalaman virtual. Meskipun secara online, pembentukan komunitas di Roblox diharapkan tetap bisa saling mendukung satu sama lain.

 

Materi presentasi secara tajam membedah berbagai fenomena “Krisis Nilai” yang kerap terjadi di platform digital. Beberapa poin krusial yang menjadi sorotan antara lain:

 

Cyberbullying dan Empati: Perundungan daring diidentifikasi sebagai perusak nilai kasih sayang yang berujung pada depresi remaja serta rusaknya hubungan di dunia nyata.

 

Fenomena Flexing: Adanya kecenderungan pengguna untuk pamer saldo, mengejar skin mahal, dan menjadikan jumlah pengikut (followers) sebagai ukuran prestise. Hal ini dinilai merusak makna kesederhanaan dan mengalihkan perhatian dari interaksi yang tulus.

 

Hoaks dan Fitnah: Banyaknya individu yang membagikan berita tanpa verifikasi fakta, yang berakibat pada terkikisnya nilai kejujuran dan tanggung jawab dalam masyarakat digital.

 

Degradasi Moral dan Adab: Munculnya konten tidak bermoral serta bahasa kasar yang merendahkan nilai Haya’ (rasa malu) dan kesucian diri.

READ  Rapat Strategis CBP-KPP Depok: Restrukturisasi dan Rancang Program Baru

 

Krisis Identitas: Fenomena identitas palsu dan perilaku beracun (toxic) di dunia online yang mengurangi integritas serta konsistensi iman pengguna.

 

Ketergantungan Digital: Banyak remaja menghabiskan waktu berjam-jam bermain game hingga mengabaikan kewajiban nyata, sehingga nilai disiplin dan amanah waktu menurun.

 

Daffa Nabil Al-Aziz menekankan bahwa nilai dalam Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah harus tetap menjadi pedoman utama dalam berperilaku, termasuk di dunia digital. Beliau mengutip QS. Al-Hujurat: 6 yang mengajak umat untuk senantiasa melakukan Tabayyun atau klarifikasi sebelum menyebarkan informasi agar tidak terjebak dalam fitnah.

 

Lebih lanjut, narasumber mengingatkan pentingnya konsep Ihsan dalam berinternet. Beliau juga merujuk pada hadis Rasulullah SAW mengenai pentingnya rasa malu; jika rasa malu hilang, maka seseorang akan cenderung melakukan perilaku negatif tanpa batas yang mengancam integritas nilai.

 

Aksi Nyata Pelajar: Saring, Sadar, Santun

 

Sebagai penutup, kajian ini merumuskan langkah konkret bagi para pelajar agar teknologi tetap menjadi sarana yang bermanfaat:

 

Saring Sebelum Sebar: Memastikan kebenaran informasi demi menjaga nilai kejujuran.

 

Sadar Waktu: Membatasi waktu penggunaan teknologi agar tidak melalaikan kewajiban dan tanggung jawab di dunia nyata.

 

Santun Digital: Menghindari konten negatif dan menggunakan teknologi untuk hal positif seperti grup diskusi, event kajian, dan membantu teman.

 

“Teknologi itu netral; ia bisa menjadi ujian iman atau justru menjadi tanda spiritualitas seseorang tergantung bagaimana ia memanfaatkannya,” pungkas Daffa dalam materinya. Melalui kegiatan ini, PAC IPNU-IPPNU Cilodong membuktikan bahwa masjid virtual dan platform game bisa menjadi ladang dakwah yang efektif untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan di era modern.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *